Rasakanlah HIV Aids Bila Anda Berzina

Salah satu penyebab penyakit HIV/AIDS yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan kerap berujung pada kematian adalah seks bebas serta penggunaan obat terlarang. Yang lebih miris lagi adalah bahwa seks bebas ini tidak selalu dilakukan remaja. Kini juga sudah banyak ibu-ibu rumah tangga yang turut terpapar HIV/AIDS karena suami yang gemar “jajan” di luar. Hal ini turut mengindikasikan bahwa penderita HIV/AIDS tidak hanya berasal dari golongan orang-orang dengan pergaulan bebas semata. Penderita penyakit ini juga kerap dianggap sebagai kelompok hitam dan mendapat cap buruk dari masyarakat. Tidak heran jika banyak penderita yang menyembunyikan penyakit mereka.

HIV/AIDS Masih Bisa Disembuhkan

Akibat dari cap buruk masyarakat inilah, sebanyak 90% penderita HIV/AIDS baru akan datang ke rumah sakit saat keadaannya sudah parah. Padahal, penyakit ini sendiri dapat disembuhkan, selama pasien patuh kepada dokter. Angka kematian akibat HIV/AIDS sendiri mencapai 20 persen, sehingga bukan 100 persen seperti yang selama ini dipercaya oleh masyarakat. Penting untuk menghindari aneka hal dapat menyebarkan virus HIV, termasuk seks bebas atau zina serta penggunaan narkoba jarum suntik. Diharapkan pada masyarakat untuk tidak memberi stigma yang negatif pada Orang Dengan HIV/AIDS atau ODHA. ODHA masih bisa diobati dan hidup secara normal di tengah masyarakat.

Salah satu tindak pencegahan HIV/AIDS yang gencar dilakukan adalah bakti sosial. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk sosialisasi pencegahan paparan penyakit HIV/AIDS yang dilakukan secara berkelanjutan terutama pada siswa di sekolah-sekolah pinggiran. Sekolah di pinggiran ini dianggap lebih memerlukan sosialisasi karena terbatasnya akses informasi. Belum banyak juga remaja yang mengetahui resiko HIV/AIDS sebagai akibat dari perilaku seksual tidak bertanggungjawab. Pada 2012 lalu, Yayasan Rahima turut menyelenggarakan penelitian sederhana terkait perilaku seksual remaja yang terjadi di Jawa Timur. Penelitian dilakukan dengan menyebar kuesioner pada 473 orang pelajar berusia 15 hingga 17 tahun di 18 sekolah setingkat SMA yang ada di Jombang, Banyuwangi, Kediri serta Lamongan.

Hasilnya cukup mengejutkan. Sebanyak 73% responden mengaku pernah pacaran dan 31% di antaranya pernah berpegangan tangan serta berpelukan. Lalu, 11% mengaku pernah pelukan dan mencium pipi, 12% mengaku hingga berciuman bibir. Selanjutnya, 5% responden telah berpacaran hingga meraba-raba tubuh pasangan dan 2% sisanya melakukan oral seks. Remaja jelas membutuhkan bekal untuk perilaku sehat serta bertanggung jawab agar terhindar dari resiko penyakit HIV/AIDS. Walau survey di atas tidak mencakup keseluruhan remaja di Jawa Timur atau Indonesia, namun hasilnya sudah cukup memberi gambaran seperti apa pergaulan remaja saat ini. Demikian semoga ulasan di atas dapat bermanfaat terutama dalam menyadarkan kita akan pentingnya sosialisasi akan perilaku sehat.

Leave a Reply

Name *
Email *
Website